
Cara Membuat Dasbor Data Solana dengan Dune
Daftar Isi
- Memahami Volume Data Solana
- Konsep Dasar: Struktur Data Solana
- Model Akun Solana
- Anatomi Transaksi Solana
- Menganalisis Transaksi di Dune
- 1. Data Mentah
- 2. Data yang Dibersihkan
- 3. Data yang Didekode
- Di Balik Layar: Cara Dune Memproses Data
- Langkah demi Langkah: Membuat Dasbor Solana Anda
- Langkah 1: Tentukan Tujuan Anda
- Langkah 2: Kueri Data
- Langkah 3: Susun dan Sesuaikan
- Tips 1: Gabungkan Data Mentah dan Data yang Didekode
- Tips 2: Optimalkan Kecepatan
- Tips 3: Manfaatkan Umpan Harga
Blockchain Solana menawarkan kecepatan dan skalabilitas luar biasa, serta mampu memproses ribuan transaksi per detik.
Hal ini menciptakan kumpulan data historis Solana yang sangat berharga bagi analis dan developer—tetapi diperlukan alat yang tepat untuk memanfaatkannya. Hadirlah Dune, platform data onchain terkemuka yang mengubah data blockchain mentah menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan API developer.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuat dasbor Solana yang komprehensif di Dune dengan memanfaatkan metrik real-time, tren historis, dan data program yang telah didekode.
Memahami Volume Data Solana
Kapasitas pemrosesan Solana yang tinggi—sering kali melampaui 3.000 transaksi per detik—menghasilkan data dalam jumlah sangat besar. Data ini mencakup segala hal, mulai dari produksi blok dan log transaksi hingga interaksi khusus program seperti swap token atau pencetakan NFT.
Dune menangkap aktivitas real-time Solana dengan latensi minimal. Aliran data mentah, seperti header blok dan tanda tangan transaksi, diperbarui dalam waktu kurang dari satu menit. Misalnya, kueri solana.transactions memungkinkan Anda memantau aktivitas jaringan, seperti lonjakan interaksi pengguna saat peluncuran token.
Memvisualisasikan data ini sangat mudah di platform Dune. Dune mengindeks seluruh riwayat Solana, mulai dari blok genesis pada 2020 hingga slot terbaru. Ini memungkinkan analisis tren jangka panjang, seperti pertumbuhan jumlah total transaksi (kini melampaui 300 miliar) atau fluktuasi musiman dalam aktivitas DeFi. Sebagai contoh, kueri ini melacak transaksi kumulatif sejak jaringan diluncurkan, sementara kueri lainnya mengidentifikasi blok paling awal dan terbaru yang tercatat.
Jika dibandingkan dengan Ethereum, BSC, atau Polygon, volume data Solana menonjol berkat kapasitas pemrosesannya yang tinggi. Perbandingan langsung menunjukkan dominasi Solana dalam transaksi harian, meskipun Ethereum masih unggul dalam biaya dan likuiditas DeFi.
Konsep Dasar: Struktur Data Solana
Mari pelajari model akun Solana, anatomi transaksi, dan cara menganalisis transaksi Solana dengan Dune.
Model Akun Solana
Inti Solana terletak pada model akunnya yang unik. Setiap data on-chain disimpan dalam akun, termasuk logika program, saldo token, dan kode yang dapat dieksekusi. Berikut karakteristik yang membedakan akun Solana:
Alamat Akun
Pengidentifikasi 32 byte yang berasal dari kunci publik atau seed untuk Program Derived Addresses (PDA). Misalnya, alamat pool likuiditas Raydium adalah PDA yang dihasilkan dari mint token dan parameter lainnya.
Penyimpanan Data
Akun dapat menyimpan hingga 10 MB data untuk program bytecode yang dapat dieksekusi atau 10 KB untuk informasi status dalam PDA.
Kepemilikan dan Sewa
Akun harus menyimpan lamport (pecahan SOL) untuk membayar biaya penyimpanan (sewa) yang sebanding dengan ukuran datanya. Kolom owner menentukan program atau dompet yang mengendalikan akun. Hanya pemilik yang dapat mengubah datanya atau mengurangi lamport. Flag executable menunjukkan apakah akun berisi kode yang dapat dieksekusi.
Sebagai contoh praktis, akun token SPL menyimpan saldo dompet terkait dalam kolom data, sedangkan pemiliknya adalah Token Program.
Anatomi Transaksi Solana
Transaksi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan program Solana. Setiap transaksi mencakup:
- Tanda tangan (pengidentifikasi unik) dan biaya yang dibayarkan dalam lamport
- Satu atau beberapa instruksi (ixs), yang menentukan:
- Program yang akan dieksekusi (misalnya, fungsi swap Raydium).
- Akun yang akan dibaca dan ditulis (misalnya, vault token dan dompet pengguna).
- Argumen khusus instruksi (misalnya, jumlah swap dan biaya).
Karakteristik utama transaksi meliputi:
- Eksekusi Atomik: Transaksi berhasil sepenuhnya atau gagal—tidak ada status parsial.
- Pemanggilan Lintas Program (CPI): Program dapat memanggil program lain sehingga menciptakan instruksi bertingkat.
- Log dan Error: Transaksi yang gagal menyertakan pesan error, sedangkan log merekam peristiwa runtime (misalnya, detail swap).
Menganalisis Transaksi di Dune
Tabel solana.transactions milik Dune menyediakan wawasan mendetail:
- block_slot: Nomor slot saat transaksi diproses.
- fee: Biaya transaksi dalam lamport.
- error: Alasan kegagalan (jika ada).
- accounts: Alamat semua akun yang terlibat.
- log_messages: Log peristiwa yang dihasilkan (misalnya, pencetakan token).
Untuk pemeriksaan lebih mendalam, gunakan solana.instruction_calls:
- outer_instruction_index: Posisi instruksi dalam transaksi.
- inner_instruction_index: Melacak hierarki CPI. Ini adalah posisi inner_instruction dalam instruksi terkait, yang berbeda dari stack_height. Dune saat ini sedang menambahkan stack_height.
- executing_account: Program yang mengeksekusi instruksi.
- data: Byte instruksi mentah (dikodekan dalam format heksadesimal).
Menjelajahi Data Solana di Dune
Dune mendukung lebih dari 150 program Solana yang telah didekode, termasuk protokol utama seperti Raydium dan Magic Eden. Komunitas telah membuat lebih dari 2.000 dasbor yang mencakup berbagai metrik, mulai dari performa validator hingga tren meme coin. Program baru ditambahkan secara rutin. Pengguna dapat mengirimkan permintaan dekode melalui situs web Dune.
Dune mengategorikan data Solana ke dalam tiga lapisan:
1. Data Mentah
Tabel seperti solana.blocks dan solana.instruction_calls menyediakan akses tanpa filter ke aktivitas on-chain.
2. Data yang Dibersihkan
Abstraksi yang telah diproses sebelumnya, seperti harga token atau nilai setara dalam USD, menyederhanakan analisis.
3. Data yang Didekode
Dataset khusus protokol (misalnya, dex.trades untuk swap DEX atau nft.trades untuk penjualan NFT) menyediakan metrik yang siap digunakan.
Untuk melacak aset, jelajahi tabel seperti staking.actions untuk aktivitas validator atau prices.usd untuk harga token. Analis perdagangan dapat memanfaatkan dex.trades untuk membandingkan volume di berbagai platform seperti Orca dan Raydium.
Di Balik Layar: Cara Dune Memproses Data
Dune menyerap data Solana melalui plugin Geyser, yang mengalirkan pembaruan on-chain ke sistem pengindeksannya. Dari sana, data mentah didekode menggunakan IDL program dan disusun ke dalam tabel yang mudah dikueri. Untuk pembahasan mendetail tentang infrastruktur data Solana, baca panduan Helius tentang alat data Solana.
Langkah demi Langkah: Membuat Dasbor Solana Anda
Langkah 1: Tentukan Tujuan Anda
Mulailah dengan menentukan area fokus. Apakah Anda menganalisis penjualan NFT, imbal hasil DeFi, atau performa jaringan? Dalam contoh ini, kita akan membuat dasbor yang melacak volume DEX harian.
Langkah 2: Kueri Data
Buka editor kueri Dune dan ambil data perdagangan dari dex.trades:
SELECT DATE(block_time) AS date, SUM(amount_usd) AS volume
FROM solana.dex.trades
WHERE project = 'orca'
GROUP BY 1
ORDER BY date DESC; Langkah ini mengambil volume perdagangan harian Orca. Simpan kueri tersebut dan visualisasikan sebagai diagram batang.
Langkah 3: Susun dan Sesuaikan
Buat dasbor baru dan tambahkan diagram Anda. Lengkapi dengan widget tambahan, seperti penghitung jumlah total perdagangan atau tabel yang mengurutkan token teratas berdasarkan volume. Gunakan kotak teks untuk memberi anotasi pada tren, seperti lonjakan yang dipicu oleh peluncuran token baru.
Tonton seri video singkat ini untuk panduan lengkap membuat dasbor Solana di Dune.
Tips Profesional untuk Analisis Lanjutan
Tips 1: Gabungkan Data Mentah dan Data yang Didekode
Jika suatu program belum sepenuhnya didekode (misalnya, marketplace NFT baru), gunakan solana.instruction_calls untuk mengurai log secara manual. Kemudian, lakukan referensi silang dengan tabel token yang telah didekode untuk mengidentifikasi detail aset.
Tips 2: Optimalkan Kecepatan
Volume data Solana dapat memperlambat kueri.
Lakukan pemfilteran sejak awal berdasarkan block_slot atau block_time, dan gunakan tampilan termaterialisasi untuk metrik yang sering diakses.
Tips 3: Manfaatkan Umpan Harga
Konversikan jumlah token ke USD dengan menggabungkan data perdagangan dengan prices.usd. Langkah ini memberikan konteks pada volume, terutama untuk aset yang volatil.
Kesimpulan
Dune mengubah aliran deras data Solana menjadi sumber daya yang terstruktur dan mudah diakses. Dengan menguasai dataset dan alatnya, Anda dapat menemukan wawasan yang membantu pengambilan keputusan—baik saat mengoptimalkan protokol maupun melacak tren pasar.
Untuk bacaan lebih lanjut, pelajari arsitektur plugin Geyser Solana dan tonton tutorial video dalam playlist YouTube Data Solana.
Artikel Terkait
Berlangganan Helius
Ikuti perkembangan terbaru dalam pengembangan Solana dan dapatkan pembaruan saat kami memublikasikan postingan


